Minggu, 02 Februari 2014

Pergamano .



Pergamano sebenarnya adalah nama merek untuk alat-alat parchment craft yang diciptakan dan diproduksi oleh Martha Ospina dan Tiemen Venema. Mereka berdua yang memperkenalkan craft ini di Belanda pada tahun 1987. Karena alat-alatnya belum ada jadi mereka mendirikan perusahaan Marjo-Arte pada tahun 1988 untuk memproduksi alat-alat craft ini.

Sejak mereka tampil di tv Belanda, permintaan untuk belajar begitu banyak dan mereka kewalahan dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengajarkan pergamano kepada beberapa orang dengan tingkat keahlian yang sangat tinggi agar orang-orang ini dapat mengajarkan pula kepada orang lain. Inilah awalnya mengapa ada registered pergamano teacher dan hanya guru-guru khusus ini saja yang sudah memiliki ijazah dari Belanda (meskipun umpamanya dia kursus dan ujian di Indonesia tetapi nanti ijazahnya dikirim dari Belanda) yang boleh mengajarkan pergamano kepada orang lain.

Tahun 1997 Peter Venema mengambil alih perusahaan dan mengembangkannya menjadi perusahaan bersifat internasional dan mengganti nama menjadi Pergamano International. Mereka bekerja sama dengan distributor lokal di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Jadi pergamano adalah nama dagang untuk serangkaian alat-alat, buku dan kursus yang berhubungan dengan parchment craft, tetapi nampaknya dipakai sebagai nama kerajinan ini.Mulai masuk Indonesia tahun 1997. 

Ada beberapa tehnik untuk pergamano ini yaitu :
1. tracing adalah menjiplak pola yang kita inginkan pada parchment paper dengan memakai mapping pen (seperti pena) dan tinta
2. painting adalah melukis pada parchment craft (setelah terlebih dahulu di tracing) dengan memakai cat khusus yang cepat kering yaitu Pintura (berefek  soft glossy) dan Pinta Perla (berefek pearl) sedangkan Tinta ink memberi kesan mat.
3. dorsing adalah memberi warna dengan dorso crayons pada bagian belakang dari parchment paper dan di usap dengan dorso oil supaya merata warnanya.
4. perforating adalah tehnik melubangi kertas sesuai pola yang dipakai.
5. embossing adalah meng-emboss parchment craft dengan memakai alat yang tepat sesuai pola sehingga kerta menjadi cekung atau cembung.
6. cutting adalah menggunting (memakai gunting khusus stainless) lubang-lubang yang dibuat dengan alat perforasi sesuai dengan pola.

Koordinator pergamano Indonesia adalah 
Mrs. Marina Wiyadharma
Janur Elok 6, Blok QC12 no. 11, Kelapa Gading Permai 14240 Jakarta.
tel. 021-4507628, fax 021-4600963.
artceram@cbn.net.id
www.pergamano.com
Alat yang diperlukan untuk membuat kreasi pergamano adalah
1. parchment paper (yang polos), ada ukuran A4, A3, ada yang beratnya 150 gr/m2 atau 175 gr/m2.
parchment paper fantasy (yang ini berwarna-warna ada yang 160 gr/m2 dan 200 gr/m2.
parchment vellum  white, gold, roses, dll
2. pad untuk perforating dan pad untuk embossing - ada foto
3. Perga colors (spidol khusus), lihat foto
4. Dorso colors (crayon khusu) , lihat foto foto
5. Perga liners (semacam aquarel)
6. Dorso oil (untuk crayon)
7. Mapping pen (untuk tracing) - lihat foto
8. Macam-macam tools untuk embossing
fine stylus, extra fine ball, small ball, large ball, extra large ball, hockey stick, puch wheel, star tool.
9. Macam-macam tools untuk perforating
semi circle, four in four, semi square, heart shape, semi star, straight four, cross shape, diamond, arrow, 1-needle, 2-needle, 3-needle, 4-needle, 5-needlem 7-needle
10. Macam-macam kuas dari yang kecil sampai yang lebar, spons.
11. gunting
12. Tinta ink : 15 warna
Tinta Pearl : 5 warna -
Pintura paint : 17 warna
Pinta-Perla : 11 warna
13. Easy grid - (untuk membuat pola lubang-lubang berjajar, seperti saringan halus berbentuk persegi panjang.
14. Perga stamp (semacam cap)














Minggu, 13 Oktober 2013

Bross Felt




Phone case for my esia


Cosmetic Pouch



Kalung Buatanku......





Tas Maika Ethnik yang ku modifikasi



Rabu, 12 September 2012

Tas Lapotop Taqilla & Hirakedre



Senin, 1 November 2010 | 09:42 WIB
KOMPAS.com — Membawa komputer jinjing, laptop, notebook, netbook, dan sejenisnya dalam tas pundak atau punggung berbentuk kotak dengan warna hitam kini sudah bukan zamannya. Tak mau kalah dengan tas tangan yang berfungsi sebagai salah satu aksesori dalam berpenampilan, tas laptop pun kini semakin modis.
Model yang muncul saat ini bahkan bisa menyamarkan bahwa tas dengan label Taqilla dan Hirakedre, misalnya, adalah tas laptop. Inilah yang menjadi daya tarik bagi konsumen, terutama kalangan perempuan.
Produk tas laptop dari Taqilla desainnya tampak seperti tas tangan bermerek dengan kesan elegan. Label yang didirikan Myrna Munadi tahun 2007 ini juga menyediakan tempat telepon seluler dan kamera. Myrna bahkan telah mendesain tempat untuk iPad.
Secara garis besar, desain Taqilla terkesan sederhana. Tak banyak kain kanvas, kulit asli, atau kulit imitasi yang bermotif, kecuali motif garis-garis dan kotak-kotak di beberapa model. Detail tas hanya terlihat dari kancing yang berfungsi juga sebagai aksesori pemanis.
Namun, untuk memenuhi selera pasar yang berminat dengan desain bermotif, Taqilla juga memiliki tas dengan motif etnik, termasuk yang terbuat dari tenun yang tengah dalam proses produksi.
Pemakaian bahan suede yang halus di bagian dalam menjadi perlindungan agar laptop tidak tergores. Sementara itu, lapisan busa di antara suede dan bahan yang dipakai untuk lapisan luar menjadi penahan terhadap air.
Taqilla merancang tas berdasarkan fungsinya. Ada jenis tas laptop untuk membawa laptop dan perlengkapannya, tas dengan kompartemen untuk laptop di dalamnya yang bisa memuat benda lain, dan tempat yang dikhususkan untuk memuat laptop. Awalnya, model-model Taqilla didesain dengan target pasar perempuan pencinta mode yang selalu membawa laptop.
”Perempuan selalu mencari perpaduan aksesori, seperti tas dan sepatu yang pas dengan baju. Karena tas laptop pada beberapa tahun lalu masih seragam, berwarna hitam dan terkesan maskulin, saya melihat ada celah belum tergarap,” kata Myrna.
Pada perkembangannya, permintaan pun datang dari kaum laki-laki, hingga beberapa model dibuat agar cocok dipakai mereka, seperti model bernama Skiro. Jenis tas pundak ini terbuat dari kanvas yang ditutup kulit berwarna coklat polos.
Label lain, yaitu Hirakedre, menciptakan tas laptop modis yang berkesan rame. Tas yang diproduksi di Cimahi, Jawa Barat, ini bercirikan perca warna-warna kontras sebagai detail.
Dengan target pasar yang beragam, mulai dari anak sekolah hingga pekerja kantoran, Hirakedre merancang motifnya beragam, mulai dari motif-motif abstrak sampai yang terinspirasi oleh alam, seperti bunga, rumah, daun, atau pohon.
Sebagai pembeda dari tas laptop lain, Hirakedre juga mendesain tas dari kain bermotif di bagian dalam, yaitu dari katun dengan motif garis-garis.
”Awalnya sempat ada yang polos, tetapi sekarang dibuat bermotif karena ternyata konsumen memang lebih suka bagian dalam tas yang bermotif,” kata Rooswhan Budhi Utomo, main dealer Hirakedre untuk wilayah Depok.
Bahan bagian luar tas beragam, seperti denim, kanvas, dan katun. Untuk menjaga laptop dari benturan, tas diberi busa jenis polyfoam dengan ketebalan 4-8 milimeter, tergantung ukuran tas. Semakin besar tas, semakin tebal busa yang digunakan. Busa tersebut berfungsi melindungi isi tas dari air agar tidak terserap ke dalam.
”Jadi, seandainya tas terkena hujan, hanya bagian luar yang basah. Air tidak akan ke dalam karena polyfoam tidak menyerap air,” ujarnya.
Bagian dalam tas terdiri dari tempat laptop pada satu sisi dan tempat charger, CD, mouse, serta mousepad di sisi lainnya. Dengan bentuknya yang tipis, tas ini memang benar-benar berfungsi sebagai tas laptop serta perlengkapannya, bukan tas biasa yang dilengkapi tempat menyimpan laptop.
Cantik
Di pasar internasional, ada tas laptop bermerek Maddie Powers yang desain luarnya berupa gambar dari sampul majalah dan novel yang beredar pada tahun 1940 hingga 1950-an, dengan ciri gambar perempuan-perempuan cantik.
Di situs resmi produk terebut, www.maddiepowers.com, tas yang sebagian besar berjenis tas pundak ini bahkan diminati beberapa artis Hollywood, seperti Jessica Simpson, Lindsay Lohan, Mandy Moore, dan Sarah Jessica Parker.
Sementara itu, seorang pemilik blog tentang tas bernama Kate menciptakan tas laptop yang inspirasinya berasal dari tas yang biasanya dibawa saat bepergian jauh menggunakan kereta api atau pesawat.
Meski awalnya tas yang diproduksi perusahaan Rainebrooke ini didesain untuk laptop berukuran 15 inci, pada kenyataannya tas bernama Funchico (fun, chic, and cool) tersebut bisa memuat laptop 17 inci.
Bagian dalam tas yang berfungsi untuk menyimpan laptop bisa dilepas. Hal ini memudahkan saat laptop harus dikeluarkan untuk pemeriksaan di bandar udara.
Kantong-kantong di bagian dalam tas yang terbuat dari wol tebal ini berfungsi untuk menyimpan peralatan elektronik, seperti ponsel, iPod, kamera kecil, dan dokumen. Cara membawanya bisa dijinjing atau diselempangkan di pundak.