Jumat, 17 Juli 2015
Senin, 12 Januari 2015
Organize ur stuff
Tas
- Simpan tas dalam kain flanel atau plastik, lalu masukkan dalam ruangan yang kering dan tidak lembap.
- Jangan lupa mengisi bagian dalamnya dengan kertas pengisi agar bentuk tas tidak berubah. Anda dapat menggunakan kertas koran atau bungkus kado yang sudah tidak terpakai.
- Masukkan sekantong silica gel ke dalam tas untuk menjaga kelembapannya.
- Keluarkan tas secara berkala, misalnya seminggu sekali, dan angin-anginkan agar tidak berjamur.
- Jauhkan dari paparan langsung sinar matahari ataupun cahaya lampu agar warnanya tidak pudar.
Sepatu
Tempatkan sepatu ke dalam kotak plastik transparan. Jika menggunakan kotak karton berikan label yang menjelaskan jenis sepatu.
Kacamata.
Selain disimpan dalam kotak khusus, kacamata dapat juga disimpan secara bersamaan di dalam keranjang dari bahan lembut. Dengan begitu, kacamata Anda tidak mudah tergores dan tidak berubah bentuk.
Selain disimpan dalam kotak khusus, kacamata dapat juga disimpan secara bersamaan di dalam keranjang dari bahan lembut. Dengan begitu, kacamata Anda tidak mudah tergores dan tidak berubah bentuk.
Ikat Pinggang dan Scarf. Gantung selalu ikat pinggang dan scarf pada gantungan baju secara terpisah berdasarkan warna.
Bros.Meski mungil, bros tidak melulu harus tersimpan rapi di dalam kotak sehingga Anda jarang melihatnya. Jepit bros pada dasi tua yang unik, sehingga mudah dilihat dan Anda pun jadi sering mengenakannya lagi.
|
|
Topi.
Letakkan topi pada tiang penyimpan topi. Jika jarang dikenakan, simpan topi dalam kotak berbentuk bulat dan sumpal dengan kertas tisu agar bentuknya tak berubah.
Letakkan topi pada tiang penyimpan topi. Jika jarang dikenakan, simpan topi dalam kotak berbentuk bulat dan sumpal dengan kertas tisu agar bentuknya tak berubah.
Tas Pesta.Tata tas pesta Anda seperti menata buku. Gunakan penyangga buku dari keramik yang cantik. Letakkan tas di antaranya. Gelang. Gunakan sebuah tempat yang dapat berdiri tegak, misalnya tempat tisu, lalu tumpukkan gelang-gelang.
Beda Patchwork dan Quilt
Sebagian orang tak bisa membedakan patchwork dengan quilt.
Padahal, keduanya amat berbeda. Patchwork adalah kerajinan yang
menggabungkan potongan kain perca satu dengan lainnya yang memiliki
motif atau warna berbeda menjadi bentuk baru. Biasanya potongan perca
berbentuk geometris. Patchwork sangat mungkin dibuat dengan
menggunakan mesin jahit.
Menurut Pingkan, patchwork merupakan seni tradisional dari
Amerika Serikat (AS) yang tumbuh saat orang-orang pertama dari Eropa
mendiami AS. Saat itu mereka sulit mendapatkan segala sesuatu,
termasuk selimut. Oleh karenanya, kain-kain sisa lalu digunting dan
digabungkan menjadi selimut.
Namun pada perkembangannya, patchwork tak sekadar menjadi
selimut, tetapi juga bisa berupa hiasan dinding dan lukisan.
Sedangkan quilt adalah kerajinan perca yang seluruhnya dijahit
dengan tangan memakai teknik tusuk tindas. Patchwork merupakan salah
satu aplikasi yang bisa digunakan dalam quilt.
Quilt dikenal sebagai seni tradisional dari Inggris, meskipun
beberapa literatur menyebutkan quilt telah ditemukan dalam kuburan-
kuburan di Mesir sebagai perbekalan yang dibawa ke akhirat bagi orang
meninggal.
Literatur lain menyebutkan, saat perang salib, tentara Inggris
memasuki Asia dan menemukan quilt. Quilt lalu dibawa ke Inggris
setelah perang usai.
Quilt yang tebal dulu dikenal bukan sebagai selimut atau bedcover
seperti belakangan ini. Quilt digunakan sebagai baju pelengkap saat
perang. Sebab, quilt merupakan tumpukan kain atau kulit binatang yang
tebal dan berfungsi menahan tusukan pedang hingga tak sampai
menyentuh kulit serdadu.
Literatur lain menyebutkan, quilt sebagai selimut sudah dikenal
sejak abad ke-14 di Inggris. Namun pada abad ke-18, quilt
dikembangkan sebagai aplikasi pada berbagai barang rumah tangga, juga
pada ornamen pernikahan.
Untuk membuat quilt dibutuhkan dua lembar kain katun dan selembar
kain pelapis yang disebut dakron empat ons per meter yang tak terlalu
tebal atau tipis. Kain katun pertama di sebut top. Di atas top
biasanya dibuat aplikasi dari kain-kain berbagai warna yang dibentuk
berupa desain bunga, binatang, abstrak, atau bisa juga diaplikasikan
patchwork. Kain top dilapisi dakron, lalu ditutup kain alas. Semua
kesatuan itu dinamakan quilt.
Quilt memerlukan jahit tangan agar lekukan gambar bisa diikuti
sehingga hasil akhirnya tak menjadi kaku dan berkerut. Quilt bisa
untuk bedcover, selimut, keset di bawah tempat tidur, karpet, taplak
meja, sarung bantal, tas dan lainnya.
Untuk membuat karpet atau keset dibutuhkan bahan katun yang lebih
tebal agar lebih awet. Kain dari benang sintetis sulit dipakai untuk
quilt karena kaku, terlalu keras atau terlalu lentur. (YNT)
Padahal, keduanya amat berbeda. Patchwork adalah kerajinan yang
menggabungkan potongan kain perca satu dengan lainnya yang memiliki
motif atau warna berbeda menjadi bentuk baru. Biasanya potongan perca
berbentuk geometris. Patchwork sangat mungkin dibuat dengan
menggunakan mesin jahit.
Menurut Pingkan, patchwork merupakan seni tradisional dari
Amerika Serikat (AS) yang tumbuh saat orang-orang pertama dari Eropa
mendiami AS. Saat itu mereka sulit mendapatkan segala sesuatu,
termasuk selimut. Oleh karenanya, kain-kain sisa lalu digunting dan
digabungkan menjadi selimut.
Namun pada perkembangannya, patchwork tak sekadar menjadi
selimut, tetapi juga bisa berupa hiasan dinding dan lukisan.
Sedangkan quilt adalah kerajinan perca yang seluruhnya dijahit
dengan tangan memakai teknik tusuk tindas. Patchwork merupakan salah
satu aplikasi yang bisa digunakan dalam quilt.
Quilt dikenal sebagai seni tradisional dari Inggris, meskipun
beberapa literatur menyebutkan quilt telah ditemukan dalam kuburan-
kuburan di Mesir sebagai perbekalan yang dibawa ke akhirat bagi orang
meninggal.
Literatur lain menyebutkan, saat perang salib, tentara Inggris
memasuki Asia dan menemukan quilt. Quilt lalu dibawa ke Inggris
setelah perang usai.
Quilt yang tebal dulu dikenal bukan sebagai selimut atau bedcover
seperti belakangan ini. Quilt digunakan sebagai baju pelengkap saat
perang. Sebab, quilt merupakan tumpukan kain atau kulit binatang yang
tebal dan berfungsi menahan tusukan pedang hingga tak sampai
menyentuh kulit serdadu.
Literatur lain menyebutkan, quilt sebagai selimut sudah dikenal
sejak abad ke-14 di Inggris. Namun pada abad ke-18, quilt
dikembangkan sebagai aplikasi pada berbagai barang rumah tangga, juga
pada ornamen pernikahan.
Untuk membuat quilt dibutuhkan dua lembar kain katun dan selembar
kain pelapis yang disebut dakron empat ons per meter yang tak terlalu
tebal atau tipis. Kain katun pertama di sebut top. Di atas top
biasanya dibuat aplikasi dari kain-kain berbagai warna yang dibentuk
berupa desain bunga, binatang, abstrak, atau bisa juga diaplikasikan
patchwork. Kain top dilapisi dakron, lalu ditutup kain alas. Semua
kesatuan itu dinamakan quilt.
Quilt memerlukan jahit tangan agar lekukan gambar bisa diikuti
sehingga hasil akhirnya tak menjadi kaku dan berkerut. Quilt bisa
untuk bedcover, selimut, keset di bawah tempat tidur, karpet, taplak
meja, sarung bantal, tas dan lainnya.
Untuk membuat karpet atau keset dibutuhkan bahan katun yang lebih
tebal agar lebih awet. Kain dari benang sintetis sulit dipakai untuk
quilt karena kaku, terlalu keras atau terlalu lentur. (YNT)
Minggu, 02 Februari 2014
Studio 76 - Kursus Membuat Perhiasan Perak
Studio 76, Belajar Membuat Perhiasan Perak
Liburan di Yogyakarta kurang lengkap kalau tidak ke Kotagede. Jangan hanya membeli perhiasan perak Kotagede!!! Mengapa tidak mencoba membuat sendiri??? Hanya dalam waktu 3 jam dengan bimbingan instruktur professional Anda bisa membuat cincin, liontin, … oleh-oleh asli kotagede … asli buatan sendiri. Dijamin!!
Studio 76 sebuah rumah seni yang memproduksi kerajinan perak seperti miniatur andong, becak, kereta kencana, peralatan makan perak dan lain sebagainya. Selain memproduksi kami juga menawarkan kursus membuat perhiasan perak untuk wisatawan yang sedang berkunjung ke Yogyakarta.
Dengan pengalaman mengajar selama 6 tahun, kami yakin dapat membuat Anda bangga, puas dan terkesan dengan perhiasan buatan Anda sendiri, hasil kursus di Studio 76.
Studio 76 terletak di tengah Kotagede dan Anda akan menemukan Kotagede yang sebenarnya dengan kehidupan khasnya, dengan pengrajin peraknya, makanan khas tradisionalnya dan juga dengan bangunan-bangunan kunonya.
Berikut paket-paket kursus yang kami tawarkan yang dapat disesuaikan dengan waktu liburan Anda di Yogyakarta.
1. Short Course
Kursus singkat dengan durasi 3 – 4 jam. Meskipun kursus singkat tetapi dengan bimbingan instruktur professional peserta sudah bisa membuat perhiasan sendiri seperti cincin, anting ataupun liontin. Semua tahap dikerjakan sendiri oleh peserta mulai dari disain, penempaan, pengukiran, pematrian, pemolesan dan lain sebagainya. Instruktur hanya mengarahkan dan membetulkan pengerjaan yang kurang bagus. Pada akhir kursus peserta akan sangat bangga dan tidak percaya dapat membuat perhiasan sendiri dengan hasil yang bagus.
Waktu: 3 pilihan waktu setiap hari
* 09.00 – 12.00
* 13.00 – 16.00
* 17.00 – 20.00
Fasilitas:
* Penjelasan sejarah kerajinan perak di Kotagede
* Sewa alat dan Studio praktek
* 3 jam Instruktur bahasa Indonesia, Inggris, Prancis
* Perhiasan hasil kursus maksimal 5 gram
Biaya:
* Rp. 100.000/pax (1 orang)
* Rp. 90.000/pax (2-3 orang)
* Rp. 75.000/pax (4-6 orang)
Catatan:
Demi efektifitas kursus ini dibatasi maksimal 6 orang per sesi.
2. Fullday Course
Tentu saja dengan waktu dan bahan perak yang lebih banyak peserta dapat membuat perhiasan yang lebih cantik. Selain itu banyak peserta Short Course yang kembali lagi dan ingin membuat sesuatu yang lebih dari kursus pertama mereka.
Waktu: 09.00 – 16.00 (istirahat makan siang 1 jam)
Fasilitas:
* Penjelasan sejarah kerajinan perak di Kotagede
* Sewa alat dan Studio praktek
* 7 jam Instruktur bahasa Indonesia, Inggris, Prancis
* Perhiasan hasil kursus maksimal 10 gram
* Makan siang menu setempat
Biaya:
* Rp. 200.000/pax (1 orang)
* Rp. 175.000/pax (2-3 orang)
* Rp. 150.000/pax (4-6 orang)
Catatan:
Demi efektifitas kursus ini dibatasi maksimal 6 orang per sesi
3. Weekend Course
Paket ini kami tujukan kepada peserta yang tidak bisa datang ke Yogyakarta. Seperti namanya kursus ini diselenggarakan hari Sabtu dan Minggu dari jam 09 pagi sampai jam 04 sore dengan istirahat makan siang 1 jam. Paket ini sudah termasuk peralatan dasar untuk pembuatan perhiasan perak dan diharapkan setelah mengikuti kursus ini peserta dapat berkreasi sendiri dengan peralatan yang sudah ada.
Waktu: Sabtu dan Minggu, jam 09.00 – 16.00 (istirahat makan siang 1 jam)
Fasilitas:
* Penjelasan dasar – dasar kerajinan perak
* Peralatan dasar pembuatan perhiasan perak
* Modul kursus dasar perhiasan perak
* Instruktur bahasa Indonesia, Inggris, Prancis
* Hasil kursus maksimal 20 gram
Biaya:
* Rp. 2.000.000 untuk 2 orang
* Setiap tambahan peserta membayar Rp. 750.000 / orang.
* Biaya sudah termasuk transportasi instruktur (kota besar pulau Jawa)
Catatan:
Demi efektifnya kursus peserta dibatasi maksimal 6 orang
4. Arranged Course
Kursus ini menyesuaikan dengan target, waktu dan keinginan peserta.
STUDIO 76
Jl. Purbayan KG 3 / 1190 Kotagede Yogyakarta
Phone: +62 274 714 7676
Fax: +62 81 2278 2279
Kontak : Agus: +62 81 2278 2279 (Semua kursus harus reservasi sebelumnya)
Website: http://www.yogyes.com/studio76
Langganan:
Postingan (Atom)



